“Aku suka kota ini,” katamu.
“Sawah, hijau membentang.”
Entahlah akan
jadi apa kota ini beberapa
tahun ke depan
: mungkin sawah
berubah menjadi perumahan mewah,
pematang
menjadi jalan raya yang merindu lengang
Padi, di mana
akan ada padi jika sawah tak
ada?
Pandan wangi kelak hanya akan
tinggal nama
Mereka mungkin takkan makan
nasi,
Mereka menggerogoti batu-batu
dari bukit-bukit tinggi
Menelannya dalam perut yang
membuncit,
menjelma dalam kepala mereka. Kepala batu.
“Entahlah,” katamu,
“yang kutahu kau adalah sawah
tempatku bertani,
dan lesung pipimu,
tempatku menumbuk padi
untuk menjadi nasi.”
15 Maret 2014 21:50

Tidak ada komentar:
Posting Komentar