Jumat, 07 Februari 2014

CANTIK? SEMUA WANITA BEGITU.



Cantik. Suatu hari aku mencoba jadi wanita cantik. Tepatnya saat kelulusan Aliyah-ku (sederajat SMA) –belum dinyatakan lulus sih, tapi ya udah kelulusan duluan, biar semua siswa hadir, walaupun nantinya ada yang enggak lulus.

Pagi itu, 10 Mei 2012, aku pergi ke salon, diantar mama pakai mobil sedan ford jaman dulu warna hijau ulet pisang. Aku pakai celana, baju, dan kerudung, seadanya banget. Gak dandan deh kalo gak salah. (berarti benar!)
Sesampainya di salon, di sana sudah ada beberapa teman satu sekolah, berdandan di sana juga. Kamu tau? Waktu itu aku ditunjuk jadi pengantin di kelasku (IPA 4). Hohoo.. dan dipasangkan dengan cowok yang namanya Ganjar Purnama <3 

Saat didandani, aku duduk di depan cermin dan meja rias. Wajahku disemprot-semprot sama si ibu salonnya. Serasa jadi burung dalam sangkar yang disemprot-semprot air oleh empunya-nya. “Sprot sprot sprot!” air nyiprat-nyiprat di muka. Sabar-sabar! Untuk jadi cantik ribet banget!
Teman-temanku yang lain (ada empat orang lebih) mereka pas didandani ketawa-ketawa ngakak, berisik, sedangkan aku kalem-kalem aja, diem, gak banyak ngomong. Lagian mau ngomong apa dan sama siapa coba? Dan si ibu salonnya bilang “Meni rariweuh. Siga ieu (aku) atuh kalem jadi awewe teh, seuri-seuri we.” (buat yang gak ngerti bahasa itu, ini artinya: “Heboh banget. Kayak ini (aku) dong, kalem jadi cewek tuh, cuman senyum-senyum aja.” Dan memang pada saat itu aku memang pendiam, talkless, anggun gitu lah, sekarang juga masih sih. Huaahahahaaa (mungkin kau takkan percaya ini.)

Setelah disemprot, wajahku diolesi pelembab gitu deh. “Oles oles oles!” kali ini serasa roti dipakein selai. Sesudah rata, mukaku yang cantik berlebihan (tapi gak ada yang nyadar) ini dipoles pakai bedak. “Poles poles poles!” setelah itu dipakein make up yang lainnya, blush on, eyelashes, bulu mata, alisku dipakein pinsil alis, pakai lipstik. Pokoknya gitu deh, sampai akhirnya mukaku begitu adanya.

Setelah itu, aku pakai baju kebaya boleh nyewa di salon itu. (Nyewanya tau gak berapa? Sejuta kurang lah, sejuta kurang sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan rupiah. Ini gak penting sih.) Kebaya spesial dong secara diutus jadi pengantin. Waktu itu gue berharap jadi pengantin beneran *tepok jidat*. Eh jangan ditepok, ntar make up-ku rusak. Mamahku ribet bangettt, nyuruh sang mempelai pria dateng ke salon buat nyamain pakaian. Yak elaaaah. Malu gue! Tapi akhirnya si pengantin pria pake bajunya sendiri, gak tau dari mana deh.

Sekali kupilih selendang (kain bawahan), namun sempit, aku gemuk :3. Dan sekali lagi aku dapatkan bawahan yang pas, motif batik-batik gitu. Aaaa unyu. Aku cinta Indonesia <3. Jujur sih tadinya kalo aku perpisahan sekolah pengen punya baju pengantin sendiri, biar pas jadi pengantin beneran pake baju itu juga. Yak elaaahhh..!! jodohnya aja manaaaa?? Lahir apa belum jodoh guee? Apa udah keburu dicharter atau bahkan diambil orang? Tapi aku percaya, ada seorang jodoh untukku. Sejelek-jeleknya sendal jepit aja ada pasangannya kan? haha

Singkat cerita, beres sudah pake daleman, kain bawahan, kebaya dan kerudung. Dress-ku bernuansa kuning keemasan dengan sedikit sentuhan ungu. Tak lupa, kerudung yang sudah melekat dikepala dihias sedemikian rupa. Dipakein perhiasan gitu, semacam kalung tapi nemplok di kepala. Pake kain panjang juga, ditancebin pake jarum-jarum di kepala. Tapi aku bukan kuntilanak! Dan menjuntai sebuah kalung di leherku, kancing-kancing perhiasan juga ditempel di baju. Di jidat aku nempel permata gitu. Ye elaaah, mau syuting India kali nih -__- dan tadinya malah mau dipakein cincin blink-blink segede keong. Rempong bangettt dehh! Tapi ogah ah pake cincin gitu. Pada dasarnya aku adalah wanita sederhana B-) haha hoeeekk >,<
Tadaaaaaaaaa!! Inilah akuuuuu!!
Macho!
Inilah aku, seorang rempong dalam sehari. Gak apa-apalah yaa. Jarang-jarang rempong.
Liat kan, di jidat nemplok permata gitu. Ini tuh lagi makan bubur, sarapan pagi. Disuruh mamahku tercinta <3 harus makan dulu, kalo gak makan entar bisa pingsan. Ini mamahku juga yang motoin. Dan dia sempat negur, “Dandan udah cantik, gaya duduk maco gitu -_-“ haha baae atuh maaaah.







Yang ini anggunan dikit nih... duduknya.

Yaa setelah selesai dandan jadi wanita cantik, capcus deh masuk mobil. Tak lupa pake sepatu tinggi, Cuma 5 cm sih. Gak kuat lah kalo tinggi-tinggi banget.
Di perjalanan, aku mulai merasakan kerempogan. Ini muka serasa kayak tembok yang disemen! Oh God! Bibirku pun yang berpoles lipstik serasa jadi bibir merah dari seorang badut. Huaaa...!! kupindahkan sedikit lipstik dari bibirku itu ke selembar tisu. Muaaach :* beruntungnyaaa jadi tisu, dicium si Gemi, haha
Dan kamu tau? Kawanku, Muthiatul Fithri Nurkarimah pun mendatangiku lewat sms, dia pun sama! Maki-maki make up-nya. Haha .. Kami cewek-cewek sederhana mana tahan dandan dengan semen di muka. Haha

 You know what? Ini permata di jidat ganggu bangetttt. Akhirnya kucopotlah ia. Tanpanya aku malah merasa lebih cantik ;;) *winking*. Liat kan, muka gue gede bangettt, chubby coy! Haha


Inilah kawanku itu, Muthiatul Fithri. Cantik kan dia? Apalagi dengan semen di muka kami. Haha



Yang ini Indah Ayu ‘Komeng’ Fitriany, kawan dekatku juga. Kawanku menggila <3 Ningsih <3 Komeng.
Yang ini aku berfoto dengan Nureani a.k.a Nabilah-nya qaqaq @salmansikribo. Huuhuu .. this is for you, qaqaaaq.

Ini dengan kawanku yang gila, Tri Aditya ‘Yoko Curut’. Kawanku menggila juga, haha.. ini ku beri dia hkado, dan dia pun begitu. Kami barter kenang-kenangan B-) by the way, I look so chubby, fat exactly. Tapi kagak ngapa-ngapa. B-)

And this is my beloved super mother <3 kami sering dibilang adik-kakak. Semoga ibuku yang terlihat muda, bukan aku yang terlihat tua. Haha (Sebenernya foto yg untuk di blog bukan yang ini, aku lupa gak dimasukin ke flashdisk nih. soon, I'll fix it. You still beautiful and best for me, Mom :*


Tadaaaaaa...!! This was sensational at that time! Ini dia pengantinku <3 *pacarnya Ganjar dilarang keras untuk marah! Aku gak cinta dia (lagi) kok. Haha.. canda coy*

Ini saat aku berfoto dengan salah satu guruku yang paling lucu, kocak, bodor kalau mengajar, Bapak Rahmat, guru IPA. Dulu mengajariku Kimia <3 terima kasih telah menjadi guruku, Pak :-D



Setelah selesai acara perpisahan dan para hadirin sudah bubar, aku pun ikut bubar, padahal masih betah tampil cantik. (Loh? Haha) waktu sudah menunjukan jam 2 siang waktu itu, dan aku belum salat dzuhur, OMAYGAD

Kuganti baju pengantin di dalam mobil, semoga gak ada yang ngintipin, dan memang kayaknya gak ada sih. Syukur! Tapi make up masih menempel tebal di mukaku yang cantik tak tertolong ini. Aku lupa tidak bawa facial foam lagi, aku sms lah mamah, kutanya apa dia bawa sabun pencuci muka, dan dia malah jawab “Beli aja sunlight™!” Yak elaaaah mamaaaah, mukaku ini pantat penggorengan apa???

Ya kuhapus lah ini make up sebisaku, dengan air. Dan mamah pun bilang, “Allah maha tau, yang penting kita niat salat (walaupun make up belum bersih semua)”. Ya aku salatlah saat itu. (Ya ampun, riya kah ini kubilang bahwa aku salat? Semoga tidak!) 

Setelah salat, pergilah aku bersama mamah ke sebuah mall, untuk sekedar makan Mie Ayam Stekmal, ke Hypermart. (Harusnya pihak yang disebut barusan membayarku karena aku secara tidak langsung telah meng-iklankan meraka: Mie Ayam Stekmal dan Hypermart). Kurang lebih 5 menit perjalanan (dr Gedung As-Sakinah, tempat resepsi kelulusan, ke Hypermat) dengan kecepatan 20 km/jam, bahkan bisa satu menit saja kalo pake kecepatan 100 km/jam. Kalo naik semut sih bisa sebulan lamanya, itupun kalo semutnya gak mati. *ini apaaaaaann?? Ngasal*
Mau tau mukaku tanpa make up? Eh jangan deh, ntar kamu naksir.
Eh tapi terlanjur aku masukin :/ yaudah deh, ini nih.... Tadaaaaa!!!



Itulah, fotoku tanpa make up dengan berlatarkan Hypermart Cianjur. Aku cinta Cianjur <3 cinta kamu juga <3<3.

tatatata tadaaaaa!!!! Ini muka-muka udah kayak badut ih. ya ampuuun. kami lebih cantik dengan wajah alami!
Nah...  eh kenapa aku cerita gak karuan begini? Yaudahlah yaaa, terlanjur aku ketik, dan kamu pun pasti terlanjur membaca. Aku minta maaf ya sudah menjebakmu, kamu jadi baca tulisan ini. Jangan marah!
Jadi intinya aku cantik gak? Cantiklah ya biar cepet beres baca tulisan ini.
Intinya setiap wanita cantik dengan gayanya sendiri. Kalo kata D’Masiv sih cantiklah seNATURAL mungkin. ;;)
Aku pamit dulu yaaa ;-) SPREAD LOVE AND PEACE OUT!! Sebarkan cinta dan hidup damai! <3

Salam sayang dan damai,

Gemi A. Sumitra

Berdermalah, berperikebinatanganlah, berperikesemutanlah!


Suatu malam, aku tiduran di kamar adikku, di Cianjur sana. Kurasa ada yang merayap di tubuhku, aku lupa, mungkin merayap di leherku, dan kutangkap sesuatu yang merayap itu, dan itu semut. Sudah mati karena aku menyentuhnya, padahal aku tidak memukulnya, aku kan gadis yang lembut. Maafkan aku! :(
Kemudian kutelusuri darimana ia berasal. Kawan-kawannya sedang berjejer di dinding kamar adikku itu, berdekatan dengan kepalaku. Aku pengangguran waktu itu, maka kuperhatikan mereka sebagai pekerjaan baruku.

Mereka beramai-ramai mengadakan perjalanan. Dengan pola jalan berkelok seperti rambut nenekku. Dari observasiku, aku jadi bertanya-tanya. Mengapa semut selalu beradu jika bertemu. Bersalamankah mereka? Atau cipika-cipiki? Atau ngapain? Ah aku gak tau. Semoga mereka adalah mahram, sehingga boleh untuk bersalaman dan cipika-cipiki.
Selain dari itu, kulihat juga beberapa dari mereka menggotong makanan. Entah darimana mereka mendapatkannya. Aduh, rasanya aku ingin membantu mereka. Tapi ketika aku berniat membantu mengangkut makanan mereka yang sebesar garam itu, mereka malah kabur. Aku menghancurkannya. Maaf ya :(

Karena rasa bersalahku, maka terlintas ide untuk berderma kepada mereka. Aku ingin memberi mereka makan. Tapi apa ya? Makanan favorit mereka apa sih?
Ya, kuberikan saja yang ada. Tadinya aku mau ngasih mereka upil, tapi hidungku sudah bersih. Gak ada upilnya. Maka aku menyeka mataku yang indah ini, dan aku dapat belek. Nah, kuberikan saja belekku kepada mereka. “Ini, ada rezeki untuk kalian, semut!”
Kalian pasti suka, sebab belekku manis, karena keluar dari mata gadis yang manis juga.
Dan mereka menerimanya dengan senang hati, mereka mengangkut si belek dengan gotong-royong. Senangnya aku!

Ah, selesai sudah pekerjaanku. Aku keluar kamar, lalu mamaku bertanya.
“Abis ngapain di kamar?”
“Maraban sireum, Mah.” Itu bahasa Indonesianya “Ngasih makan semut, Mah.”
Semut itu makhluk Tuhan juga, berdermalah, berbagilah kepada mereka. Sekian.

Heya!! :D It's me ..

Foto saya
Cianjur, Jawa Barat, Indonesia
I'm the type of an ordinary girl that has unique character. Quiet enough, not too noisy, sometimes moody, and I just speak proporsionally .. Love Ya :*