Aku ingin mati. Mebrakan diri. Terjun dari
gedung tinggi. Minum racun serangga. Hanyut di sungai. Tenggelam di lautan.
Tapi aku lebih menginginkan mati dengan mengerat urat nadi. Menikmati tiap
sayatan mata pisau di atas kulit dan dagingku hingga memutus nadi. Meresapi
tiap tetes darah yang keluar. Aku menggigit bibir menahan sakit dan perih. Lalu
aku tertawa geli dan bahagia. “Peluk aku, Tuhan!”
Aku ingin mati. Mebrakan diri. Terjun dari
gedung tinggi. Minum racun serangga. Hanyut di sungai. Tenggelam di lautan.
Tapi aku lebih menginginkan mati dengan mengerat urat nadi. Atau kau punya cara
yang lebih indah untuk ‘ku mati?
Aku ingin mati. Mebrakan diri. Terjun dari
gedung tinggi. Minum racun serangga. Hanyut di sungai. Tenggelam di lautan.
Tapi aku lebih menginginkan mati dengan mengerat urat nadi. Tapi kau telah
lebih dulu membuatku mati dibunuh sepi.
Peluk aku, Sayang!
Cianjur, 06072014 02:32

Tidak ada komentar:
Posting Komentar